About

WELCOME TO MY BLOG :)

Rabu, 18 April 2012

Cara Mempercepat PageRank di mesin pencarian

Jangan pernah menganggap remeh penyebaran informasi dengan pemasaran sistem seo fast? Dan dalam postingan kali ini sebagai admin mau mencoba mengajak sobat semua untuk memanfaatkan kedahsyatan faktor kali dan kecepatan penyebaran ini dalam bentuk backlink.

Caranya gampang kok, Yang perlu kamu lakukan adalah meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kalian.

  1. Google
  2. Yahoo
  3. Foredi
  4. Generator
  5. Laptop Reviews
  6. Beauty counter
  7. Asus Laptop Reviews
  8. Mengatasi Ejakulasi Dini
  9. Portable diesel generator
  10. Portable diesel generator reviews
  11. SEO Tutorial
  12. D Class

Tapi ingat, sebelum kamu meletakkan link diatas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah.

Jika tiap peserta mampu mengajak 5 orang saja, maka jumlah backlink yang akan didapat adalah

Ketika posisi kamu 12, jumlah backlink = 1
Posisi 11, jml backlink = 5
Posisi 10, jml backlink = 25
Posisi 9, jml backlink = 125
Posisi 8, jml backlink = 625
Posisi 7, jml backlink = 3,125
Posisi 6, jml backlink = 15,625
Posisi 5, jml backlink = 78,125
Posisi 4, jml backlink = 390,625
Posisi 3, jml backlink = 1,953,125
Dst

Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, juga membuat blog kamu mendapatkan traffik tambahan.

Nah, silahkan copy paste artikel ini, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 12. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 12 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 12. Selamat mencoba
Read more

Selasa, 10 April 2012

10 Pemain Tersubur di dunia

10. JOHN BARNES
Barnes mengaku ia adalah pecandu fast-food, bahkan ketika masih aktif bermain. Ia mengklaim snack cokelat favoritnya adalah Topics, dan sempat mengatakan dalam wawancara pada 2004: "Saya berusaha menjauh dari makanan tersebut. Itu tak baik untuk bentuk tubuh saya." Anda pastinya berandai-andai apakah Mars (merek cokelat) membayarnya dengan batangan cokelat saat Barnes setuju nge-rap untuk mereka dalam sebuah iklan televisi untuk timnas Inggris.

 

9. ADRIANO
Sempat ditakuti karena kaki kirinya yang amat dahsyat, satu-satunya hal yang ditakuti klub -- klubnya sendiri -- saat ini adalah berat badannya. Bobot pemain 30 tahun ini mulai naik sejak akhir 2000-an di Inter dan meski beragam upaya dilakukan untuk mengatasi pembengkakan ini, Adriano tak pernah dapat kembali ke bentuk tubuh semula. Setelah comeback ke Eropa yang mengecewakan bersama Roma, dan belum lama ini dibuang oleh Corinthians akibat problem kebugaran dan disiplin yang berkelanjutan, tampaknya potensi kepulangan ke klub masa kecilnya, Flamengo, akan menjadi kans terakhir bagi Adriano untuk membangkitkan kembali kariernya.

8. DIEGO MARADONA 
 Berbicara soal kepribadian yang besar, berat Maradona mungkin sudah benar-benar menggelembung saat mendekati akhir karier karena perjuangannya mengatasi ketergantungan obat-obatan dan alkohol, tapi ia memang senantiasa dikenal dengan bentuk tubuh yang pendek dan bantat. Namun itulah yang membuat Maradona begitu hebat, dan proporsi tubuh yang seperti kelinci nan menggemaskan itu membuat kita makin mencintainya. Itu pula yang membuat momen lompatan Maradona mengungguli Peter Shilton di perempat-final Piala Dunia 1986 makin tak terlupakan.

7. JAN MOLBY
Inilah pria yang mencintai kue-kue Denmark, negara kelahirannya. Molby tak pernah dikenal sebagai pelari atau pengejar andal di lapangan, dan itu bisa dimengerti. Eks gelandang Liverpool ini sempat mengalami masa naik-turun dengan berat badannya selama bermain, tapi setelah tiba di Anfield timbangannya hanya menuju ke satu arah. Harus melihat kata "Candy" (sponsor Liverpool kala itu) pada seragamnya sepanjang hari pasti tak membantu. Aneh banyak pendapat bilang iklan bawah sadar tak berhasil!

6. FERENC PUSKAS
Kala Puskas bergabung dengan Real Madrid pada 1958, tak hanya ia sudah berusia 31 tahun, tapi ia juga memiliki perut tambun yang menyembul keluar dari kausnya. Pelatih Madrid waktu itu, Luis Carniglia, bertanya pada presiden Santiago Bernabeu apa yang mesti dilakukan dengan pemain Hungaria yang kelebihan berat badan itu, dan sang bos besar menjawab: "Itu tugas Anda. Anda di sini untuk membuatnya terlihat elok!" Yang terjadi adalah perut Puskas kian membesar, tapi demikian pula dengan catatan golnya.

5. NEVILLE SOUTHALL
Para kiper seringkali diarahkan untuk membuat diri mereka "besar" agar dapat mengkover seluruh sudut gawang mereka. Namun tampaknya banyak shot-stopper yang menerima saran ini sedikit terlalu harfiah, dan Southall tentu salah satu di antaranya. Orang Wales ini dianggap sebagai salah satu kiper terbaik pada generasinya dan amat dikenal karena refleksnya, meski tubuhnya berat. Menarik memikirkan secepat apa ia bisa bergerak jika saja ia lebih kurus.

4. AILTON
Mendapat julukan "Kugelblitz", yang diambil dari nama tank Jerman di Perang Dunia II, Ailton, tak seperti Adriano, tak pernah membiarkan berat badan menjadi penghalang torehan gol. Ia angkat nama bersama klub Jerman, Werder Bremen, dengan mengoleksi 88 gol dalam 169 gim liga, dan sempat pula bermain untuk Schalke, di mana ia berhasil menjadi pemain asing keempat yang mampu melesakkan lebih dari 100 gol di Bundesliga. Cukup mengejutkan kiprahnya bersama Hamburg kurang begitu sukses.

3. JEROEN VERHOEVEN
Terdapat banyak kiper gemuk sepanjang sejarah sepakbola. Ada Southall, William "Fatty" Foulke, Jose Luis Chilavert, Kevin Pressman, Lilcho Arsov, dan Verhoehen. Mantan shot-stopper Ajax yang disebut terakhir ini cukup sensitif tentang isu berat badannya: "Sia-sia berusaha melawan prasangka orang-orang. Orang-orang bersikap seolah saya langsung mampir ke McDonald's usai latihan setiap hari, tapi saya tak pernah pergi ke sana. Saya berlatih tujuh hari per minggu dan selalu mengerahkan yang terbaik." Satu hal yang pasti: semakin besar kiper, semakin kecil gawangnya.

2. NEIL RUDDOCK
Aksi Maradona di lapangan dapat diibaratkan dengan terbang bagaikan kupu-kupu, dan Puskas menyengat seperti lebah, tapi besar tidak selalu indah. "Razor" Ruddock yang bodinya melebihi kemampuannya ini bukanlah seorang bek tangguh dan permainannya jauh dari kata bagus. Pernah diejek oleh Eric Cantona karena perutnya yang amat tambun, dalam sebuah laga ia sempat pula tertangkap kamera tengah berpegangan pada mistar gawang lawan untuk mengambil napas saat ia berlari maju untuk menyambut sebuah set-piece. Ia dikabarkan didepak oleh Swindon Town ketika tak lagi muat memakai celana pendek tim.

1. RONALDO
Tak ada yang lebih besar ketimbang Ronaldo. Tak pernah menolak makanan enak dan pesta semalam suntuk, striker Brasil ini mulai membalon di Real Madrid. Tapi problem berat badannya baru benar-benar mengejutkan fans semasa membela Milan, ketika ia mengalami cedera jangka panjang, terutama saat foto-fotonya dengan perut tambun yang menggelayut waktu menikmati liburan di kapal pesiar bocor ke internet. Ronaldo pensiun pada 2011 usai tampil sejenak dalam laga perpisahan, di mana ia tampak terengah-engah pada pertandingan tersebut. Dengan gigi kelincinya, ia mungkin dapat mempertimbangkan karier berikut sebagai kelinci Paskah. 





 
Read more

Senin, 09 April 2012

5 Universitas Terbesar di Indonesia

Universitas yang berdiri pada 19 desember 1949 berada di Yogyakarta ini merupakan universitas bersifat nasional Pada saat didirikan, Universitas Gadjah Mada hanya memiliki enam fakultas, sekarang memiliki 18 Fakultas dan satu program Pascasarjana (S-2 dan S-3). Universitas Gadjah Mada termasuk universitas yang tertua di Indonesia, berlokasi di Kampus Bulaksumur Yogyakarta. Sebagian besar fakultas dalam lingkungan Universitas Gadjah Mada terdiri atas beberapa jurusan/bagian dan atau program studi. Kegiatan Universitas Gadjah Mada dituangkan dalam bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

universitas ini berdiri pada tahun 1849 merupakan universitas paling tua di Asia, Telah menghasilkan lebih dari 400.000 alumni, UI secara kontinyu melanjutkan peran pentingnya di level nasional dan dunia. Bagaimanapun UI tidak bisa melepaskan diri dari misi terkininya menjadi institusi pendidikan berkualitas tinggi, riset standar dunia dan menjaga standar gengsi di sejumlah jurnal internasional nomor satu. Dengan predikat sebagai kampus terbaik negeri ini, UI secara aktif mengembangkan kerja sama global dengan banyak perguruan tinggi ternama dunia. Beberapa universitas terkemuka yang saat ini tercatat memiliki perjanjian dengan UI diantaranya adalah: Washington University, Tokyo University, Melbourne University,Sydney University, Leiden University, Erasmus University,Kyoto University, Peking University, Tsinghua University,Australian National University, and National University of Singapore. Selain itu, UI saat ini juga memperkuat kerjasamanya dengan beberapa asosiasi pendidikan dan riset diantaranya: APRU (Association of Pacific Rim Universities) dengan peran sebagai Board of Director,AUN (ASEAN University Network), and ASAIHL (Association of South East Asia Institution of Higher Learning).


Sejarah Universitas Sumatera Utara (USU) dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitet Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952. Pendirian yayasan ini dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara untuk memenuhi keinginan masyarakat Sumatera Utara khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya.
Yayasan ini diurus oleh suatu Dewan Pimpinan yang diketuai langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, dengan susunan sebagai berikut: Abdul Hakim (Ketua); Dr. T. Mansoer (Wakil Ketua); Dr. Soemarsono (Sekretaris/Bendahara); Ir. R. S. Danunagoro, Drh. Sahar, Drg. Oh Tjie Lien, Anwar Abubakar, Madong Lubis, Dr. Maas, J. Pohan, Drg. Barlan, dan Soetan Pane Paruhum (Anggota).
USU memiliki 14 fakultas/sekolah yaitu Kedokteran, Hukum, Pertanian, Teknik, Kedokteran Gigi, Ekonomi, Sastra, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Psikologi, Keperawatan dan Pascasarjana. Jumlah program studi yang ditawarkan sebanyak 135, terdiri dari 19 tingkat doktoral, 32 magister, 18 spesialis, 5 profesi, 46 sarjana, dan 15 diploma. Jumlah mahasiswa terdaftar saat ini lebih dari 33.000 orang, 1000 di antaranya adalah mahasiswa asing.

Sejarah Universitas Airlangga berawal dari cikal-bakal lembaga pendidikan Nederlands Indishe Artsen School (NIAS) dan School Tot Opleiding van Indishe Tandartsen (STOVIT), maisng-masing didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1913, dan 1928. Setelah masa pergolakan kemerdekaan sempat terganggu kelancarannya, pada tahun 1948 pemerintah pendudukan Belanda mendirikan Tandheelkunding Institut yang merupakan cabang Universiteit van Indonesie Jakarta dan membuka kembali NIAS dengan nama Faculteit der Geneeskunde yang juga sebagai cabang Universiteit van Indonesie Jakarta.
Pemerintah Republik Indonesia baru resmi membuka Universitas Airlangga, Surabaya, - yang merupakan lembaga pendidikan tinggi pertama di kawasan timur Indonesia – pada tahun 1954. Persmian Universitas Airlangga dilakukan oleh Presiden RI pertama, Dr. Ir. Soekarno, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan yang ke-9, tanggal 10 November 1954. Secara legal pendiriannya ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah No. 57/1954.

Mengawali berdirinya Universitas Hasanuddinsecara resmi pada tahun 1956, di kota Makassar pada tahun 1947 telah berdiri Fakultas Ekonomi yang merupakan cabang Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Jakarta berdasarkan keputusan Letnan Jenderal Gubernur Pemerintah Hindia Belanda Nomor 127 tanggal 23 Juli 1947. Karena ketidakpastian yang berlarut-larut dan kekacauan di Makassar dan sekitarnya maka fakultas yang dipimpin oleh Drs L.A. Enthoven (Direktur) ini dibekukan dan baru dibuka kembali sebagai cabang Fakultas Ekonomi UI pada 7 Oktober 1953 di bawah pimpinan Prof. Drs. G.H.M. Riekerk. Fakultas Ekonomi benar-benar hidup sebagai cikal bakal Universitas Hasanuddin setelah dipimpin acting ketua Prof. Drs. Wolhoff dan sekretarisnya Drs. Muhammad Baga pada tanggal 1 September 1956 sampai diresmikannya Universitas Hasanuddin pada tanggal 10 September 1956.
Read more

WS Rendra Sang Puitis Indonesia







Siapa sih yang ga tau sang puitis satu ini, namanya telah besar sejak SMP, ya Wilibrodrus Surendra Broto Rendra atau dikenal dengan nama WS. Rendra pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, 07 November 1935 adalah penyair ternama yang dijuluki dengan "Burung Merak". Dia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta tahun 1967. Ketika kelompok teaternya kocar-kacir karena tekanan politik, dia mendirikan Bengkel Teater Rendra di Depok pada Oktober 1985. Semenjak masa kuliah Ia sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah.


Rendra adalah anak dari pasangan R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo (seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahsa Jawa pada sekolah katholik di solo) dan Ayu Catharina Ismadillah (adalah seorang penari serimpi di keraton Majapahit). Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya dikota kelahirannya. Dia beragama Kristen.

Rendra menamatkan sekolah di TK Marsudirini, Yayasan Kanisius. SD s/d SMU Katolik, St. Yosef, Solo - Tamat pada tahun 1955., Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta - Tidak tamat dan mendapat beasiswa American Academy of Dramatical Art (1964 - 1967).

Bakat sastra Rendra sudah mulai terlihat ketika ia duduk di bangku SMP. Saat itu ia sudah mulai menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi, cerita pendek dan drama untuk berbagai kegiatan sekolahnya. Bukan hanya menulis, ternyata ia juga piawai di atas panggung. Ia mementaskan beberapa dramanya, dan terutama tampil sebagai pembaca puisi yang sangat berbakat.

Ia pertama kali mempublikasikan puisinya di media massa pada tahun 1952 melalui majalah Siasat. Setelah itu, puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi berbagai majalah pada saat itu, seperti Kisah, Seni, Basis, Konfrontasi, dan Siasat Baru. Hal itu terus berlanjut seperti terlihat dalam majalah-majalah pada dekade selanjutnya, terutama majalah tahun 60-an dan tahun 70-an.
"Kaki Palsu" adalah drama pertamanya, dipentaskan ketika ia di SMP, dan “Orang-Orang di Tikungan Jalan” adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta. Pada saat itu ia sudah duduk di SMA. Penghargaan itu membuatnya sangat bergairah untuk berkarya. Prof. A. Teeuw, di dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II (1989), berpendapat bahwa dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern Rendra tidak termasuk ke dalam salah satu angkatan atau kelompok seperti Angkatan 45, Angkatan 60-an, atau Angkatan 70-an. Dari karya-karyanya terlihat bahwa ia mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri.

Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, di antaranya bahasaInggris, Belanda, Jerman, Jepang dan India.

Ia juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri, di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979), The Valmiki International Poetry Festival, New Delhi(1985), Berliner Horizonte Festival, Berlin (1985), The First New York Festival Of the Arts (1988), Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal (1989), World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992), dan Tokyo Festival (1995).

Pada tahun 1967, sepulang dari Amerika Serikat, ia mendirikan Bengkel Teater yang sangat terkenal di Indonesia dan memberi suasana baru dalam kehidupan teater di tanah air. Namun sejak 1977 ia mendapat kesulitan untuk tampil di muka publik baik untuk mempertunjukkan karya dramanya maupun membacakan puisinya. Kelompok teaternyapun tak pelak sukar bertahan. Untuk menanggulangi ekonominya Rendra hijrah ke Jakarta, lalu pindah ke Depok. Pada 1985, Rendra mendirikan Bengkel Teater Rendra yang masih berdiri sampai sekarang dan menjadi basis bagi kegiatan keseniannya.

Bengkel teater ini berdiri di atas lahan sekitar 3 hektar yang terdiri dari bangunan tempat tinggal Rendra dan keluarga, serta bangunan sanggar untuk latihan drama dan tari.
Di lahan tersebut tumbuh berbagai jenis tanaman yang dirawat secara asri, sebagian besar berupa tanaman keras dan pohon buah yang sudah ada sejak lahan tersebut dibeli, juga ditanami baru oleh Rendra sendiri serta pemberian teman-temannya. Puluhan jenis pohon antara lain, jati, mahoni, ebony, bambu, turi, mangga, rambutan, jengkol, tanjung, singkong dan lain-lain

Profesor Harry Aveling, seorang pakar sastra dari Australia yang besar perhatiannya terhadap kesusastraan Indonesia, telah membicarakan dan menerjemahkan beberapa bagian puisi Rendra dalam tulisannya yang berjudul “A Thematic History of Indonesian Poetry: 1920 to 1974”. Karya Rendra juga dibicarakan oleh seorang pakar sastra dari Jerman bernama Profesor Rainer Carle dalam bentuk disertasi yang berjudul Rendras Gedichtsammlungen (1957—1972): Ein Beitrag Zur Kenntnis der Zeitgenossichen Indonesischen Literatur. Verlag von Dietrich Reimer in Berlin: Hamburg 1977. 

Banyak sekali penghargaan yang diterima Rendra


  • Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan , Yogyakarta (1954)



  • Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956)



  • Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1970)



  • Hadiah Akademi Jakarta (1975)



  • Hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976)



  • Penghargaan Adam Malik (1989)



  • The S.E.A. Write Award (1996)



  • Penghargaan Achmad Bakri (2006).



  • .
    Baru pada usia 24 tahun, ia menemukan cinta pertama pada diri Sunarti Suwandi. Dari wanita yang dinikahinya pada 31 Maret 1959 itu, Rendra mendapat lima anak: Theodorus Setya Nugraha, Andreas Wahyu Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Clara Sinta. Romantisme percintaan mereka memberi inspirasi Rendra sehingga lahir beberapa puisi yang kemudian diterbitkan dalam satu buku "Empat Kumpulan Sajak".

    Di kemudian hari pada tahun 1971 datanglah Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat ditemani oleh kakaknya RA Laksmi Prabuningrat, keduanya adalah putri darah biru Keraton Yogyakarta mengutarakan keinginannya untuk menjadi murid Rendra dan bergabung dengan Bengkel Teater. Tak lama kemudian Rendra melamar Sito untuk menjadi istri kedua, dan Sito menerimanya. Peristiwa itu, tak pelak lagi, mengundang berbagai komentar sinis seperti mengenai masuknya Rendra menjadi Islam hanya untuk poligami. Tapi alasan yang lebih prinsipil bagi Rendra, karena Islam bisa menjawab persoalan pokok yang terus menghantuinya selama ini: kemerdekaan individual sepenuhnya. Saya bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai, katanya sambil mengutip ayat Quran, yang menyatakan bahwa Allah lebih dekat dari urat leher seseorang. Dari Sitoresmi, ia mendapatkan empat anak: Yonas Salya, Sarah Drupadi, Naomi Srikandi, dan Rachel Saraswati

    Sang Burung Merak kembali mengibaskan keindahan sayapnya dengan mempersunting Ken Zuraida, istri ketiga yang memberinya dua anak: Isaias Sadewa dan Mikriam Supraba. Tapi pernikahan itu harus dibayar mahal karena tak lama sesudah kelahiran Maryam, Rendra diceraikan Sitoresmi pada 1979, dan Sunarti pada tahun 1981.
    Sejak tahun 1977 ketika ia sedang menyelesaikan film garapan Sjumanjaya, "Yang Muda Yang Bercinta" ia dicekal pemerintah Orde Baru. Semua penampilan di muka publik dilarang. Ia menerbitkan buku drama untuk remaja berjudul "Seni Drama Untuk Remaja" dengan nama Wahyu Sulaiman. Tetapi di dalam berkarya ia menyederhanakan namanya menjadi Rendra saja sejak 1975.

    Beberapa karya
    Drama

    • Orang-orang di Tikungan Jalan (1954)
    • Bib Bob Rambate Rate Rata (Teater Mini Kata) - 1967
    • SEKDA (1977)
    • Selamatan Anak Cucu Sulaiman (dimainkan 6 kali)
    • Mastodon dan Burung Kondor (1972)
    • Hamlet (terjemahan dari karya William Shakespeare, dengan judul yang sama)- dimainkan dua kali
    • Oedipus Sang Raja (terjemahan dari karya Sophokles, aslinya berjudul "Oedipus Rex")
    • Lysistrata (terjemahan)
    • Odipus di Kolonus (Odipus Mangkat) (terjemahan dari karya Sophokles,
    • Kasidah Barzanji (dimainkan 2 kali)
    • Lingkaran Kapur Putih
    • Panembahan Reso (1986)
    • Kisah Perjuangan Suku Naga (dimainkan 2 kali)
    • Shalawat Barzanji
    • Sobrat


    Kumpulan Sajak/Puisi

    • Ballada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak)
    • Blues untuk Bonnie
    • Empat Kumpulan Sajak
    • Sajak-sajak Sepatu Tua
    • Mencari Bapak
    • Perjalanan Bu Aminah
    • Nyanyian Orang Urakan
    • Pamphleten van een Dichter
    • Potret Pembangunan Dalam Puisi
    • Disebabkan Oleh Angin
    • Orang Orang Rangkasbitung
    • Rendra: Ballads and Blues Poem
    • State of Emergency

    Read more

    Introduce

    haii malam,,,,, perkenalkan saya echo, real name saya eko sudarsono, pria kelahiran 04 juni 1991 di lampung selatan bersuku jawa, besar di riau,,,,,, saya mempunya keluarga sangat humoris,, hobi saya bermusic,, tujuan saya membuat blog ini untuk menshare apa yang bermanfaat untuk para pembaca. oke thanks
    Read more